Prinsip Presumption of Innocence

Prinsip Presumption of Innocence – Materi ini akan membahas pengertian praduga tak bersalah yang akan dijelaskan secara singkat. Untuk itu, yuk langsung saja simak ulasan berikut ini baik-baik.

Memahami Prinsip Presumption of Innocence

Asas praduga tidak bersalah atau praduga tidak bersalah merupakan asas dimana seseorang dicurigai atau dianggap tidak bersalah sampai pengadilan memberikan pernyataan bersalah.

Asas praduga tak bersalah sudah ada sejak abad c11 dalam sistem Common Law Inggris dalam Bill of Rights.

Prinsip ini muncul karena latar belakang pemikiran individualistis-liberalistik yang berkembang pada pertengahan abad ke-19 saat itu.

Dalam Sistem Peradilan Pidana, menurut sistem Common Law asas hukum ini merupakan syarat utama dalam menentukan suatu proses telah dilakukan secara jujur, adil dan tidak memihak (due process of law).

Asas praduga tak bersalah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (UU Kekuasaan Kehakiman).

Dalam KUHAP asas ini dijelaskan dalam Penjelasan Umum Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) angka 3 huruf c yang berbunyi sebagai berikut:

“Setiap orang yang dicurigai, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dibawa ke sidang pengadilan, harus dianggap tidak bersalah sampai putusan pengadilan mengungkapkan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap”.

Kemudian dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (UU Kekuasaan Kehakiman) asas ini telah tercantum dalam Pasal 8 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut:

Baca juga: Kasasi: Pengertian Secara Umum dan Menurut Ahli serta Alasan – Proses – Fungsi – Prosedur

“Setiap orang yang dicurigai, ditangkap, ditahan, diadili, atau diadili di depan pengadilan harus dianggap tidak bersalah di hadapan putusan pengadilan yang melindungi kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap”.

Asas praduga tidak bersalah adalah prinsip di mana seseorang harus dianggap tidak bersalah atau tidak bersalah sampai pengadilan menyatakan orang tersebut bersalah.

Prinsip ini sangat penting dalam demokrasi modern. Pemberitaan pers dapat dikatakan melanggar asas praduga tidak bersalah jika menilai seseorang pernah terlibat atau bersalah melakukan tindak pidana, padahal tidak ada bukti dari putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kita harus menganggap seseorang tidak bersalah sampai pengadilan memutuskan bersalah.

Asas praduga tak bersalah diartikan sebagai asas yang menyatakan bahwa tersangka tidak dapat disebut bersalah sampai ada putusan oleh pengadilan yang mempunyai hukum tetap.

Asas praduga tak bersalah merupakan hal penting dan juga syarat utama di negara yang menganut proses hukum seperti Indonesia. Untuk menciptakan keadilan yang adil, jujur, dan tidak memihak.

Namun pada kenyataannya asas ini tidak dilaksanakan dengan baik tetapi justri sering dilanggar dan disalahgunakan.

Banyak penegak hukum yang ketika seseorang belum berstatus baik sebagai tersangka dan belum terbukti bersalah dipukul dan disakiti tanpa alasan yang jelas.

Ini adalah pelanggaran prinsip dan hak asasi manusia (Hak Asasi Manusia). Hal tersebut akan berdampak buruk pada kinerja aparat penegak hukum di Indonesia.

Demikian ulasan diatas mengenai Asas Asas Praduga Tak Bersalah semoga bisa bermanfaat, dan simak juga artikel kami yang lain, terima kasih sudah berkunjung.

.