Manajemen aset :Defenisi, Pengertian, Tujuan

Definisi Manajemen Aset

Manajemen aset merupakan sesuatu ilmu, seni, cara serta aktivitas manajemen sesuatu benda ataupun aset yang dimiliki mulai dari pemograman, logistik, penginvestasi, legal audit, evaluasi, pengoperasian, perawatan, pengalihan, penghapusan hingga dengan inovasi dengan tujuan untuk menggunakan kemampuan serta mengatur efek serta pengeluaran dengan cara efisien serta tepat guna.

Manajemen aset ialah suatu cara pengurusan aset( kekayaan) baik berwujud serta tidak berbentuk yang mempunyai nilai ekonomis, poin profitabel serta nilai ubah supaya sanggup mendorong tercapainya tujuan dari orang serta badan. Lewat cara manajemen planning, organizing, leading serta controling. Manajemen aset bermaksud buat menemukan profit serta mengurangi pengeluaran( cost) dengan cara efektif serta efisien. Manajemen aset merupakan serangkaian kegiatan yang menyeluruh, tertata serta berintegrasi sepanjang ceruk hidup aset diawali dari aktivitas pemograman hingga dengan penghapusan yang dicoba dengan cara tepat guna serta efisien supaya aset yang dipunyai bisa memberikan nilai maksimum untuk pemiliknya.

Pengertian Manajemen Aset Menurut Para Ahli

Berikut pengertian manajemen aset menurut para ahli:

Menurut Danylo dan Lamer (1999)

Menurut Danylo dan Lamer, manajemen aset adalah metodologi untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien dan adil antara tujuan dan sasaran yang valid dan kompetitif.

Menurut Dolli D. Siregar (2004)

Menurut Dolli D. Siregar, manajemen aset adalah suatu profesi atau keahlian yang belum berkembang sepenuhnya atau populer di lingkungan pemerintahan atau di unit kerja atau instansi.

Menurut Gima Sugiama (2013)

Menurut Gima Sugiama, manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu manajemen kekayaan yang meliputi proses perencanaan kebutuhan aset, perolehan, pengambilan inventaris, audit hukum, penilaian, pengoperasian, pemeliharaan, dan pembaruan atau penghapusan, untuk mentransfer aset secara efektif dan efisien. .

Menurut Kaganova dan McKellar

Menurut Kaganova dan McKellar, manajemen aset adalah proses pengambilan keputusan dan implementasi sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan distribusi aset tersebut.

manajemen aset

Siklus Manajemen Aset

Dalam pelaksanaan manajemen aset terdapat tahapan yang harus dilakukan agar siklus ini dapat terbentuk. Di bawah ini adalah tahapan pengelolaan aset, yaitu sebagai berikut:

  • Perencanaan Kebutuhan Aset

Asset Requirements Planning merupakan tahap awal dari proses pengelolaan aset dimana dilakukan perencanaan tentang apa saja yang dibutuhkan dalam pengelolaan aset. Misalnya kebutuhan pengadaan, inventaris, perawatan, dan lain sebagainya.

  • Pengadaan Aset

Pengadaan Aset, dimana pada tahap ini dilakukan kegiatan atau kegiatan pengadaan aset, misalnya barang atau jasa yang diperoleh atas biaya sendiri atau oleh pihak lain.

  • Inventaris

Inventarisasi Aset, dimana pada tahap ini terdapat rangkaian kegiatan atau kegiatan berupa identifikasi kualitas dan kuantitas aset, baik secara fisik maupun non fisik atau legal atau legal. Setiap aset didokumentasikan dan diberi kode untuk tujuan pengelolaan aset.

  • Audit Hukum

Asset Legal Audit, dimana pada tahap ini dilakukan audit terhadap status aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem transfer dan alirannya. Selain itu, identifikasi kemungkinan masalah legalitas juga dilakukan pada tahap ini sekaligus menyiapkan solusi.

  • Operasi dan Pemeliharaan

Operasi dan Pemeliharaan Aset dimana pada tahap ini setiap aset dimiliki dan digunakan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan sesuai dengan fungsinya untuk mencapai tujuan perusahaan.

  • Penilaian

Penilaian Aset, pada tahap ini manajemen aset menentukan nilai aset yang dimiliki sehingga perusahaan mengetahui dengan jelas nilai aset yang dimiliki, dialihkan atau dihapuskan.

  • Penghapusan

Penghapusan aset dimana pada tahap ini perusahaan akan menilai setiap aset yang dianggap tidak menguntungkan dan akan dihapuskan. Prosesnya terbagi menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Pengalihan Aset adalah pengalihan hak atau tanggung jawab, wewenang, dan pemanfaatan suatu unit kerja kepada unit kerja lain di lingkungannya sendiri. Misalnya penyertaan modal, hibah, dan uang
  2. Pemusnahan Harta Kekayaan adalah tindakan menghancurkan atau menghancurkan harta kekayaan untuk mengurangi harta kekayaan karena dianggap tidak dapat digunakan.
  • Pembaruan

Pembaruan aset yang dalam banyak kasus aset dianggap tidak produktif dapat diperbarui. Sehingga bisa digunakan kembali hingga masa ekonominya berakhir. Pembaharuan atau renovasi dilakukan dalam bentuk perbaikan atau penggantian suku cadang agar aset dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Tujuan Manajemen Aset

Pada dasarnya tujuan yakni membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat. Sehingga aset dapat dikelola secara efektif dan efisien. Tujuannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk memastikan bahwa aset tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.
  • Untuk mencapai penggunaan dan pemanfaatan aset secara optimal.
  • Untuk tujuan mengamankan aset.
  • Untuk mempertahankan nilai aset yang tinggi dan memiliki umur yang panjang.
  • Untuk meminimalkan biaya selama umur aset.
  • Menjadi acuan dalam menyusun neraca di bidang akuntansi
  • Untuk memastikan status kepemilikan suatu aset.
  • Untuk membuat inventarisasi kekayaan dan masa manfaat dari aset yang dimiliki.